Posted on

Di tengah era disrupsi teknologi, pelatihan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital bagi para Widyaiswara sangat diperlukan untuk mengimbangi kemajuan teknologi yang begitu pesat. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, maka diharapkan dapat menjadi ‘jembatan’ bagi para Widyaiswara dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia dalam mendapatkan akses informasi dan bahan pengajaran yang berkualitas, sehingga diharapkan akan tercipta ASN yang unggul dan profesional. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Aswad, M.Si. saat membuka Community of Practice (CoP) Widyaiswara Edisi Ketiga yang bertema “Langsung Praktik Bikin Video dalam 15 Menit”, dengan fasilitas video conference, Senin (29/6).

“Widyaiswara haruslah memiliki kemampuan yang mumpuni serta harus update dengan teknologi yang terkini. Dengan demikian, Widyaiswara akan dapat bersaing secara global dan menjadi pilar kemajuan bangsa, terutama dalam memajukan ASN di seluruh Indonesia,” tambah Aswad.

Lebih lanjut, Aswad menjelaskan bahwa saat ini LAN memfasilitasi penerbitan regulasi terkait CoP dan pembangunan sistem yang akan menjadi sarana bagi para Widyaiswara untuk saling belajar. Pembangunan sistem yang bernama Rumah Cerdas Widyaiswara Indonesia (RCWI) tersebut saat ini telah mencapai 75% dan rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun 2020.

“Sebagai instansi pembina Widyaiswara, LAN ingin membudayakan interaksi antar instansi pembina, Widyaiswara dan ASN yang berjalan terus-menerus. Diharapkan dengan adanya transfer knowledge yang dilaksanakan secara berkala melalui sistem tersebut, maka akan tercipta Widyaiswara yang semakin berkualitas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Widyaiswara Indonesia (DPP IWI), Dr. Budiarso Teguh Widodo, ME, menyatakan bahwa pembangunan RCWI sejalan dengan gagasan dan program kerja DPP IWI, yakni pengembangan ruang belajar dari, oleh, dan untuk Widyaiswara serta menjadi ruang komunikasi antara Widyaiswara dengan ASN. 

“Kunci kesuksesan RCWI tergantung pada komitmen dan keaktifan Widyaiswara dalam memproduksi konten. Konten yang ada pada RCWI harus secara berkala dikembangkan dalam berbagai lini kompetensi, baik kompetensi teknis, kompetensi manajerial maupun kompetensi sosial kultural,” tambahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kompetensi Pegawai ASN ini merupakan forum ketiga setelah forum pertama yang diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2020 dan forum kedua yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juni 2020 lalu. Kegiatan yang dimoderatori oleh Ir. M. Maliki Moersid, MCP., (Wakil Ketua DPP IWI) ini dihadiri oleh 264 Widyaiswara dari seluruh Indonesia. (Sumber:lan.go.id)