Posted on

Dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian serta pembatasan-pembatasan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini membuat seseorang seringkali dihinggapi rasa cemas, takut dan rentan stres, tak terkecuali pada pegawai ASN yang saat ini masih dilakukan pembatasan-pembatasan jam bekerja serta bertemu dengan sesama pegawai beradaptasi dengan kenormalan baru.

Untuk itu stres perlu dikelola agar tidak menyerang sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan mental, salah satu upaya untuk mengurangi stres dan meredakan kecemasan ialah mindfulness. Hal ini diungkapkan Kepala Biro Umum Lembaga Administrasi Negara (LAN), M. Yusuf Gunawan, S.Ip, ME. Dalam kegiatan Webinar Mindfulness dan Menjaga Kesehatan di era Pandemi Covid-19 yang digelar secara virtual, Jumat (16/10).

“Kegiatan ini sangat penting diselenggarakan untuk memberikan pemahaman konstruktif kepada seluruh pegawai LAN dalam upaya membangun pemikiran yang positif dari segi psikologis serta membiasakan hidup sehat ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, sehingga pegawai dapat merasakan manfaat dari kegiatan ini” tambah Yusuf.

Dalam kesempatan yang sama, Nifsie M. Hoesein, sebagai narasumber menjelaskan pentingnya mengelola mindfulnessMindfulness sendiri merupakan momen kesadaran saat seseorang membawa perhatian secara penuh, memusatkan perhatian dan menghayati apa yang sedang dilakukannya.

“Praktik mindfulness perlu dilakukan agar seseorang tidak terjebak dengan masa lalu maupun masa depan serta menerima kondisi saat ini tanpa memberikan penilaian”, tambahnya

Nifsie mengungkapkan, dengan menerapkan praktek mindfulness pada saat makan misalnya, dapat mengubah pengalaman makan yang jauh lebih menyenangkan namun kegiatan makan ini harus dilakukan secara penuh tidak boleh dibarengi dengan kegiatan lain, seperti bermain smartphone atau menonton.

Dari sisi kesehatan, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan upaya menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi saat ini,adalah asupan makanan dengan porsi dan gizi yang seimbang, asupan gizi seperti protein, karbohidrat, mikronutrien, vitamin, dan air putih merupakan upaya kita menjaga asupan gizi yang seimbang sehingga dapat menambah imunitas dan kekebalan tubuh.

“Tak hanya memperhatikan asupan gizi, penerapan protokol kesehatan di lingkungan kantor juga perlu diperhatikan misalnya konsistensi dalam penerapan 3M yaitu mencuci tangan minimal 20 detik, menjaga jarak antar meja kerja pegawai minimal 2 meter, serta menggunakan masker selama bekerja. Intinya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) ini diharapkan dapat menghindari virus Covid-19 ini” tegas Reisa.

Sementara itu dokter yang bertugas di LAN, dr. Rindra dalam kesempatan itu juga mengatakan dilingkungan LAN sendiri telah menerapkan protokol kesehatan. Misalkan setiap pegawai yang telah melakukan dinas luar, selalu dilakukan Rapid test, tidak hanya itu saja, tim dokter rutin menanyakan kondisi setiap pegawai.

Ia juga menjelaskan penerapan protokol kesehatan di lingkungan LAN juga diperhatikan, contohnya penyemprotan cairan desinfektan di seluruh ruangan kantor rutin dilakukan setiap hari setelah jam kerja usai, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area kantor.

“Saya harap upaya yang telah dilakukan LAN ini dapat membuat pegawai merasa aman untuk bekerja, sehat secara jasmani dan rohani agar dapat terhindar dari Covid-19,” tutupnya. (sumber:lan.go.id)